Senin, 04 Juni 2012

Honda RCV 211

The Honda RC211V dikembangkan pada tahun 2001 oleh HRC (Honda Racing Corporation) untuk menggantikan Honda NSR500


     RC = Seri Balap
     211 = Seri abad 21
     V = V ​ engine



2002


















Tahun pertama dari RC211V dengan pembalap Valentino Rossi berhasil mendominasi dan memenangkan posisi konstruktor dari saingan mereka. Motor ini mengalami beberapa modifikasi seperti kontrol traksi. 

 

 

 

 

2003



















power bertambah menjadi 240bhp dengan penambahan kontrol traksi
Overall Length(mm) 2,050 Displacement(cc) 990
Overall width(mm) 600 Max Power(PS) Over200
Overall height(mm) 1,130 Frame Type Twin-tube
Wheelbase 1,440 Front(inch) 17
Road Clearance(mm) 130 Rear(inch) 16.5
Weight(kg)  Over145,
Liquid-cooled
Front Telescopic
Rear Unit Pro-link
Engine Type   Four-stroke,
DOHC4 Value,
V-5
Fuel Tank Capacity(L) 24

 

 

 

2004



















tahun ini RC211V menggunakan suspensi dan knalpot baru.  

Overall Length(mm) 2,050 Displacement(cc) 990
Overall width(mm) 600 Max Power(PS) Over 240
Overall height(mm) 1,130 Frame Type Twin-tube
Wheelbase 1,440 Front(inch) 17
Road Clearance(mm) 130 Rear(inch) 16.5
Weight(kg)  Over 148,
Liquid-cooled
Front Telescopic
Rear New Unit Pro-link
Engine Type   Four-stroke,
DOHC 4 Value,
V-5
Fuel Tank Capacity(L) 24

 

 

 

2005



















pertama kalinya honda kalah pada klasemen konstruktor, motor ini mengalami revisi pada desain. 

Spec
Honda RC211V
Overall Length (mm) 2,050
Overall width (mm) 645
Overall height (mm) 1,130
Wheelbase (mm) 1,440
Road Clearance (mm) 130
Weight  (kg) Over 148
Engine Type
Liquid-cooled, Four-stroke, DOHC 4 Value, V-5
Displacement (cc) 990
Max Power (PS) Over 240
Frame Type
Twin-tube
Tire size(inch) Front 17
Rear 16.5
Suspension Front Telescopic
Rear New Unit Pro-link
Fuel Tank Capacity (L) 22

 

 

 

2006

 
Spec
Honda RC211V
Overall Length (mm) 2,050
Overall width (mm) 645
Overall height (mm) 1,130
Wheelbase (mm) 1,440
Road Clearance (mm) 130
Weight  (kg) Over 148
Engine Type
Liquid-cooled, Four-stroke, DOHC 4 Value, V-5
Displacement (cc) 990
Max Power (PS) Over 240
Frame Type
Twin-tube
Tire size(inch) Front 17
Rear 16.5
Suspension Front Telescopic
Rear New Unit Pro-link
Fuel Tank Capacity (L) 22

 

 

 

2007 

Spec
Honda RC212V
Overall Length (mm) 2,050
Overall width (mm) 645
Overall height (mm) 1,125
Wheelbase (mm) 1,440
Road Clearance (mm) 125
Weight  (kg) Over 148
Engine Type
Liquid-cooled, Four-stroke, DOHC 4 Value, V-4
Displacement (cc) 800
Max Power (PS) Over 210
Frame Type
Twin-tube
Tire size(inch) Front 16
Rear 16.5
Suspension Front Telescopic
Rear New Unit Pro-link
Fuel Tank Capacity (L) 21

 

 

 

2008


Spec
Honda RC212V
Overall Length (mm) 2,060
Overall width (mm) 645
Overall height (mm) 1,125
Wheelbase (mm) 1,450
Road Clearance (mm) 125
Weight  (kg) Over 148
Engine Type
Liquid-cooled, Four-stroke, DOHC 4 valve, V-4
Displacement (cc) 800
Max Power (PS) Over 210
Frame Type
Twin-tube
Tire size(inch) Front 16.0
Tires Michelin
Rear 16.5
Suspension Front Telescopic
Suspention SHOWA SPL
Rear Pro-link
Fuel Tank Capacity (L) 21

 

 

 

2009

Spec
Honda RC212V
Overall Length (mm) 2,060
Overall width (mm) 645
Overall height (mm) 1,125
Wheelbase (mm) 1,450
Road Clearance (mm) 125
Weight  (kg) Over 148
Engine Type
Liquid-cooled, Four-stroke, DOHC 4 valve, V-4
Displacement (cc) 800
Max Power (PS) Over 210
Frame Type
Twin-tube
Tire size(inch) Front 16.5
Rear 16.5
Tire Maker Bridgestone
Suspension Front Telescopic
Rear Pro-link
Suspension SHOWA SPL
Fuel Tank Capacity (L) 21

 

 

 

2010

 









Engine and transmission
Engine type: 4 cylinders, 4-stroke, Inline
Displacement: 800 cc (48.88 cubic inches)
Cooling system: Air cooled
Throttle: Cable operated
Valves
Valve train: DOHC, variable
Valves per cylinder: 4
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Fuel supply system: Fuel injection
Ignition type: Digital CDI
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Wet sump
Gear box: Manual 6-speed
Clutch: Wet, multiple discs, cable operated
Final drive: Chain
Motor oil: Synthetic
Starter: Electric

Dimensions
Physical measures
Length: 2052 mm
Width: 645 mm
Height: 1110 mm
Wheel base: 1435 mm
Ground clearance: 115 mm
Weight
Curb weight: 150 kg
Chassis and suspension
Frame type: twin spar
Front
Suspension: Cartridge - upside-down
Brake: Twin Disk
Rear
Suspension: mono shock, Swingarm
Brake: Disk



Other
ABS available: No
Fuel capacity: 21 l
Number of riders: 1 person

 

 

2011




















Engine and transmission  
Engine type: 4 cylinders, 4-stroke, Inline
Displacement: 800 cc (48.88 cubic inches)
Conling system: Air cooled
Power: 230.05 HP (169.2 kW)
Throttle: Cable operated
Valves
Valve train: DOHC, non-variable
Valves per cylinder: 4
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Fuel supply system: Fuel injection
Ignition type: Digital CDI
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Wet sump
Gear box: Manual 6-speed
Clutch: Wet, multiple discs, cable operated
Final drive: Chain
Starter: Electric

Dimensions
Physical measures
Length: 2050 mm
Width: 645 mm
Height: 1125 mm
Weight
Curb weight: 148 kg
Chassis and suspension
Frame type: aluminium, twin spar
Front
Suspension: Cartridge - upside-down
Brake: Twin Disk, Ø320 mm
Rear
Suspdnsion: mono shock, Swingarm
Brake: Disk
Other 
ABS available: No
Power-to-weight ratio: 1.14 HP/kg (0.87 kg/HP)
Top speed: 340 km/h
Fuel capacity: 21 l
Number of riders: 1 person

 

2012

 








Overall length (mm) 2,052
Overall width (mm) 645
Overall hight (mm) 1,110
Wheelbase (mm) 1,435
Road clearance (mm) 115
Weight (kg) over 157
Engine Type
Liquid-cooled 4-stroke DOHC 4valve V-4
Displacement (cc) 1,000
Maxmun power (kw) Over 170
Fuel tank capacity (liter) 21
Front wheel (inch) 16.5
Rear wheel (inch) 16.5
Front suspension
Telescopic fork
Rear suspension
Pro-link
Frame type
Alminum Twin-tube

Computational Fluid Dynamic

denger judulnya rasanya udah mumet, tapi sebenarnya itu menyenangkan (menurut saya sih)

CFD (Computational Fluid Dynamic) itu sebenarnya sebuah software simulasi, ya pokoknya tentang aliran fluida gitu deh...

lanjut... ini CFD jd mata kuliah dan saya sangat addicted apalagi dosennya super duper baik polll

di CFD ini saya coba garap Turbinnya Turbocharger, pertama tama ya desain dulu turbinnya diSoftware 3D seperti Solidworks, Pro E atau yg lainnya.. kalau saya bisanya pake SolidWorks,..



trus setelah mendesain Turbin tersebut dari Software 3D, lanjut masuk kedunia yg sebenarnya....
nah diSoftware ini dibutuhkan kesabaran, ketelitian dan juga Doa kepada Yang Maha Kuasa....
Dengan sedikit usaha dan kerja keras, tidak lupa berdoa dan berpuasa...
namun sayangnya blom berhasil menggunakan volute chamber... karena tingkat kesulitan yang parah dan karena jenis ini hanya bisa diselesaikan dengan berdoa dan berpuasa.... menyerah...!!!!
akhirnya garap Turbinnya tanpa Volute chambernya...
Dengan kerja keras dan kurang tidur, disertai dengan motivasi dari orang tua, teman, guru, dosen, tukang parkir, penjual pecel, warung deket kampus dan siapapun y`ng membantu saya dengan makanan bergizi berharga murah meriah..... akhirnya tercapailah sebuah mahakarya (lebay) yang sangat seksi menurut saya...
Terbayarlah sudah...
tampak sebuah Turbin dengan Velocity vector dan Kontur aliran yang terlihat jelas dari inlet sampai outlet. Selanjutnya?? oh iya lupa kalau ada selanjutnya.....
Menganalisa lebih lanjut dan membuat Laporan.... APA?? LAPORAN??
Ternyata perjuangan saya belum berakhir begitu saja, dan rupanya hal2 yang menyenangkan pun perlu usaha dan kerja keras untuk bisa dinikmati hasilnya.... 


Rabu, 07 September 2011

Variable Geometry Turbocharger

Perangkat Turbocharger saat ini seakan merupakan perangkat wajib pada setiap kendaraan bermesin diesel yang pada umumnya sudah tidak kalah dengan kendaraan bermesin bensin. Perangkat turbocharger ikut andil besar dalam menyumbang tenaga pada mesin diesel secara signifikan dan paling efektif. Terjadinya Force Induction yang dihembuskan dari rumah keong membuat tekanan kerja pada ruang bakar menjadi optimal sehingga mengakibatkan penambahan tenaga dan emisi gas buang juga bisa ditekan.




Seperti yang kita ketahui bahwa Turbochager adalah sebuah perangkat yang membantu memampatkan udara pada intake (Force Induction). Memanfaatkan aliran gas buang kendaraan untuk memutar Turbin yang kemudian gaya putaran tersebut disalurkan melalui poros kepada kompressor sehingga kompressor memampatkan udara dan menyalurkannya kedalam intake sehingga udara yg masuk kedalam intake adalah udara bertekanan.





Namun penggunaan turbocharger masih ada kelemahan yaitu pada umumnya terjadi turbo lag karena turbo hanya akan mulai bekerja pada RPM tertentu karena kurangnya hembusan dari gas buang untuk memutar turbin turbocharger. Nah untuk mengurangi gejala turbo lag ini sekarang Turbocharger menggunakan beberapa bilah bilah yang sudutnya dapat diatur berdasarkan putaran mesin dan bilah bilah ini diatur oleh sebuah actuator.  Simplenya cara kerjanya adalah pada RPM rendah bilah akan membentuk sudut tertentu sehingga dapat berputar pada hembusan yang pelan dan pada saat putaran tinggi sudut bilah akan bergerak menutup. 

 

 

VGT sudah digunakan pada akhir tahun 1980an tetapi baru booming sekarang. Sebutan lain dari VGT (variable geometri turbine) adalah VVT (Variable Vanes Turbocharger), VNT (Variable Nozzle Turbocharger) tergantung dari produsen pembuat turbocharger maupun si pembuat mesin.

Masalah VGT cukup rumit yaitu mengenai suhu gas buang yang tinggi. Untuk mesin Bensin gas buangnya berkisar antara suhu 950 Celcius sedangkan diesel 700-800 celcius. Agar tahan pada suhu tinggi yang dihadapi VGT bukan hanya masalah material tetapi juga adalah desain dari baling balin turbin oleh karena itu mesin bensin tidak banyak yg menggunakan VGT. Karena saat ini mesin bensin rata rata memiliki kompresi tinggi sehingga gas buang bisa mencapai 1000 celcius lebih maka VGT merupakan pasangan yang sangat serasi dengan mesin Diesel

Senin, 20 Juni 2011

Yamaha YZR M1


Yamaha YZR M1... hayo siapa yg blom pernah denger Kuda besi yg satu ini?? ya.. para penggemar Valentino Rossi pasti tahu kalo ini motor mengantarkan Vale menjadi 7 kali juara dunia MotoGP.. wow fantastic ya gak?? sayangnya ini motor gak dijual alias prototype nich yang ada cuma replikanya doank..
penasaran gak dengan nama YZR M1 ini? katanya sich menurut yg ane baca2 YZR itu nama mesinnya Yamaha... nah kalo M1 sendiri artinya Mission One... ini motor berhasil sebagai successor dari generasi YZR500.
Motor ini diciptakan pertama kali waktu MotoGP memakai regulasi mesin 1000 cc..
ini dia YZR M1 dari tahun ke tahun
2002 – 2003
 Tahun 2002 pertama kalinya menggunakan mesin 4 tak 990 cc sebagai ganti mesin 2 tak 500 cc. Oleh karena itu yamaha mendesain YZR M1 (Mission One) dengan mesin inline 4 dengan memakai swingarm pendek sehingga wheelbasenya paling pedek, supaya diharapkan M1 bisa memiliki kelincahan ketika menikung, oleh karena itu mesin YZR M1 didesain untuk masuk dichassis yang sama dengan YZR500. M1 juga dilengkapi dengan electronic engine management system yang mengontrol engine brake. Kemudian tahun 2003 M1 mengubah mesinnya dari karburator menjadi injeksi dan Engine Management System diganti dengan Idle Control System.  Tahun 2003 Yamaha memakai shock stereo.. hah? ngapain kok dipasangin 2?
 
pemakaian ini gara-gara handling M1 yang katanya masih kalah sama motor lawan lainnya.. tapi ini cuma bertahan sebentar doank... ditahun 2002 Biaggi mencapai 2 kali kemenangan dan menempati posisi ke-2 klasemen sama seperti  yang dicapai Yamaha dalam Manufacrure's Championship. Tahun 2003 gak ada kemenangan dan Yamaha menempati tempat ke-3 di Manufacture's Championship.

Engine type: 4-stroke
Displacement: 990 cc (60.49 cubic inches)
Throttle: Cable operated
Valves
Valve train: DOHC, variable
Valves per cylinder: 5
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Fuel supply system: Fuel injection
Ignition type: Digital CDI
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Dry sump
Gear box: Manual 6-speed
Clutch: Dry, single plate, hydraulic operated

Chassis and suspension
Frame type: aluminium, twin spar
Front
Suspension: Cartridge - upside-down
Brake: Twin Disk
Rear
Suspension: mono shock, Swingarm
Brake: Disk
Other
ABS available: No
Number of riders: 1 person
 
2004/2005
 Pada tahun ini Valentino Rossi menandatangani kontrak bersama Yamaha untuk 2 tahun dengan nilai sekitar 6 juta dollar permusim. Pada saat itu Rossi menerima banyak kritikan dari media dan bahkan penggemarnya bahwa dia tidak akan sukses dengan YZR M1 apalagi menaklukkan Honda RC211V. Kubu Honda sendiri berekspektasi bahwa RC211V tidak akan masalah jika dikendarai oleh Max Biaggi dan Sete Gibernau untuk mempertahankan nama juara dunia untuk Honda. Pada tes musim dingin, Yamaha melangkah maju dengan kolaborasi antara Rossi d`n Burgess, mereka memperbaiki M1 untuk memiliki pengereman yang baik dan handling yang bagus (dmana Rossi terkagum-kagum), dan kemudian mengawinkan hal itu dengan kesimbangan yang baik dan transisi ke Tenaga. Engineers Yamaha dibawah project YZR M1 pimpinan Koichi Tsuji melakukan eksperimen dengan beberapa buah mesin untuk memastikan penyaluran tenaga, dan akhirnya mereka melakukan yang terbaik dengan konfigurasi 4 katup persilinder. Mereka melakukan perubahan2 dari mesin screamer (dimana power didapat setiap 180 derajat crankshaft) pada mesin 4 langkah menjadi "long bang" (dimana mesi  menghasilkan gelombang tenaga setiap 270-180-90-180 derajat). Mesin ini mirip dengan mesin V4 tetapi dibuat pada mesin inline 4. Dengan hal itu dengan signifikan mengimprove karakteristik torsi dari mesin dan dipasangkan dengan perubahan posisi dari mesin di chasiss, membuat M1 sangat mudah dikontrol pada saat keluar tikungan.


Pada Tahun 2004 pada saat season dimulai di Welkom South Africa, Rossi memenangkan balapan dan membungkam kritikan2, dan juga menjadi pambalap pertama yang mampu memenangkan GP dengan 2 pabrikan yang berbeda. Rossi memenangkan 8 GP dan menjadi 2004 World GP champion dengan 304 poin. Kemudian YZR M1 dan Rossi mendominasi pada tahun 2005, dan menjadi juara dengan Marco Melandri diposisi kedua.
2006
Pada tahun 2006 terjadi problem bagi Yamaha.  Problem ini akibat kenaikan tenaga mesin, Chassis yang kaku dan juga konstruksi ban Michelin dengan senyawa yg lebih lengket dan profil ban yang direvisi. Akibat 3 hal tersebut, season tersebut penuh dengan masalah.

YZR M1 dan Rossi mengalami performa kualifikasi yang buruk dan kurang beruntung, Vale juga mengalami cedera ditengah musim. Pada tahun ini yang memenangkan lomba adalah Nicky Hayden dengan selisih 5 poin pada balapan final.

2007
pada tahun 2007 regulasi diganti dengan kapasitas mesin yang dikurangi dari 990cc menjadi 800cc untuk mengurangi kecepatannya yg dulu bisa mencapai 340km/h. YZR M1 tahun 2007 memiliki kemampuan pengereman yg baik, quick handling, high corner speed, dan lebih memiliki kontrol traksi. Tahun ini jg YZR M1 dicat kembali dengan warna biru dan Official Factory Yamaha Team diganti dari Camel yg dicat kuning mnjadi Italian Motor Manufacture Fiat yg dicat putih biru.
2008
 
Tahun 2008 YZR M1 menjadi motor terbaik diMotoGP.  Rossi memenangkan Championship 2008 dengan mendominasi semua balapan. Jorge Lorenzo merupakan patner Rossi yang pertama kali menjadi Rookie pertama yang menang dengan M1 saat  GP portugal dan mencapai 6 podium. Banyak orang termasuk Rossi mengatakan bahwa YZR M1 adalah motor terbaik tahun 2008. Pada tahun ini pertarungan Rossi dan Stoner diDucati mulai memanas.
 
2009
YZR-M1 2009 mesinnya sangat berbeda dari model mesin tahun lalu yang telah memenangi Kejuaraan Dunia 2008. Pada tahun ini YZR M1 diriset untuk improvisasi akselerasi saat tikungan dan meningkatkan permukaan sentuh dari ban depan dengan aspal sirkuit. Selain itu YZR M1 masih diriset dengan penggunaan engine management controls and map agar pembalab mereka dapat membuka gas lebih cepat
 
2009 YZR-M1 Specs in full
ENGINE: Liquid cooled Crossplane crankshaft inline four-cylinder, four stroke.
POWER: Over 200 horsepower (147KW).
TOP SPEED: In excess of 320kmh.
TRANSMISSION: Six-speed cassette-type gearbox, with alternative gear ratios available.
CHASSIS: Aluminium twin tube delta box, multi-adjustable steering geometry/wheelbase/ride height. Aluminium swingarm.
SUSPENSION: Ohlins upside down front forks and Ohlins rear shock, all adjustable for pre-load, high `nd low-speed compression and rebound damping. Alternative rear suspension links available.
WHEELS: Marchesini 16.5 front, 16.5in rear, available in a variety of rim widths.
TYRES: Bridgestone, 16.5 front, 16.5in rear, available as slick, intermediate, wet and hand-cut tyres.
BRAKES: Brembo, two 320mm carbon front discs, two four-piston callipers. Single 220mm stainless steel rear disc, twin-piston calliper.
WEIGHT: 148kg. In accordance with FIM regulations
 
2010
 
 Spesifikasi
  • Mesin: Liquid-cooled crossplane crankshaft 800cc inline-four
  • Power: Lebih dari 200bhp
  • Top speed: Diatas 320km/h
  • Gear Box: Six-speed cassette-type, with alternative gear ratios
  • Chassis: Aluminium twin tube delta box, multi-adjustable steering geometry / wheelbase / ride height, aluminium swingarm
  • Supension: Ohlins USD forks and Ohlins rear shock, all adjustable for pre-load, high and low-speed compression and rebound damping
  • Roda: Marchesini 16.5-inch
  • Ban: Bridgestone, 16.5-inch, available as slick, intermediate, wet and hand-cut
  • Rem: Brembo, twin 320mm carbon front discs, two four-piston callipers, single 220mm stainless steel rear disc, twin-piston calliper
  • Berat: 150kg