Minggu, 06 November 2016

Alumunium VS Carbon Fiber



Siapa yang tidak tahu dengan material Aluminium, banyak dijumpai pada berbagai bentuk dan fungsi yang beragam namun material carbon fiber memberikan solusi terbaik daripada aluminium
Carbon fiber sendiri digunakan banyak industri baik aviation, racing, equipment dll.

Ada 9 Hal penting yang bisa dianalisa

1. Stiffness and strength of material yang berhubungan dengan berat
Analysis of aluminium, steel and two-direction carbon fiber regarding stiffness against weight and strength against weight:
AluminiumSteelTwo-direction
carbon fiber –
common modulus
Two-direction
carbon fiber –
improved modulus
Two-direction
carbon fiber –
highest modulus
Stiffness against weight
(Specific Modulus)
Unit: 10 m2s-2
26255683120
Resistance to damage
(Specific Strength)
Unit kN·m/kg
214254392211126

Analysis of aluminium, steel and one -direction carbon fibre regarding stiffness against weight and strength against weight:

AluminiumSteelOne -direction
carbon fiber –
common modulus
One -direction
carbon fiber –
improved modulus
One -direction
carbon fiber –
highest modulus
Stiffness against weight
(Specific Modulus)
Unit: 10 m2s-2
2625113166240
Resistance to damages
(Specific Strength)
Unit kN·m/kg
214254785423252

untuk menjelaskan tabel tersebut, bayangkan seseorang sedang membuat lembaran carbon fiber dengan ukuran 1m2 yang kuat dan ringan dengan berat maksimum 10 kg dan dia mempertimbangkan aluminium, baja dan carbon fiber

Dengan batasan berat sebesar 10 kg, maka yang bisa dipilih:


  • lempengan baja setebal 1.5 mm
  • Lempengan aluminium setebal 4 mm
  • lempengan Carbon Fiber  setebal 7 mm
Dari hal tersebut carbon fiber memiliki kelebihan seperti kekakuan yang baik pada density yang lebih rendah. Simpelnya ketebalan material meningkatkan kekakuan 2 kali lipat dan memberikan kelebihan bobot yang sangat ringan.

2. Stiffness and strength of material diketebalan yang sama


Stiffness and strength at the same wall thickness: for aluminium, steel and two-direction carbon fibre:
AluminiumSteelTwo-direction
carbon fiber –
common
modulus
Two-direction
carbon fiber –
 improved
modulus
Two-direction
carbon fiber –
 highest modulus
Stiffness (Young’s modulus)
Unit: GPa
6920090,5132190
Ultimate strength (Tensile Strength
 – Ultimate Strength)
 Unit kN · m/kg
5001000800368126


Stiffness and strength at the same wall thickness: for aluminium, steel and one -direction carbon fibre:
MaterialAluminiumSteelOne -direction c
arbon fiber – common
modulus
One -direction
carbon fiber –
mproved
modulus
One -direction
carbon
fiber –
highest modulus
Stiffness (Young’s modulus)
Unit: GPa
69200181264380
Ultimate strength (Tensile Strength –
Ultimate Strength)Unit kN · m/kg
50010001600736252
 Komponen yang terbuat dari carbon fiber dengan ketebalan yang sama dengan aluminium memberikan kekakuan 31% lebih besar dari pada aluminium  dan pada saat yang sama memberikan bobot yang 50% lebih ringan dan menghasilkan kekuatan 60% lebih besar.

3. Weight / density of material
Carbon Fiber memiliki densitas 2 kali lebih rendah daripada aluminium dan 5 kali lebih rendah dari baja. Hasilnya adalah pada komponen yang memiliki dimensi yang sama maka carbon fiber akan mengurangi berat sampai 50% dari aluminium
Anggap aja ada sembuah lempengan dengan ukuran tebal 6mm dan luas 1m2, maka satu meter persegi lempengan karbon fiber setebal 6mm sebanding dengan:
  • 47.1 kg lembaran baja
  • 16.2 kg lembaran aluminium
  • 8.7 kg lembaran carbon fiber
4. Machining / cutting

Dengan densitas yang rendah maka carbon fiber bisa dengan mudah dibentuk baik dengan cnc maupun mesin perkakas manual 


5. Thermal expansion


Ekspansi Thermal dapat merubah dimensi material, pada aplikasinya carbon fiber menunjukkan ekspansi panas mendekati nol. Carbon fiber adalah material dengan ekspansi panas 6 kali lebih rendah daripada aluminium dan 3 kali lebih rendah dari baja
MaterialHeat expansion
Aluminium13
Steel7
Glass fibre– epoxy composite7-8
Kevlar/aramid – epoxy composite3
Carbon fibre– epoxy composite2


6. Heat conduction
Material komposit seperti carbon fiber adalah material yang memiliki  konduksivitas panas 40 kali lebih rendah daripada alumunium dan 10 kali lebih rendah daripada baja. Jadi bisa diasumsikan bahwa carbon fiber adalah isulator yang baik
MaterialHeat conduction
Carbon fiber– epoxy composite5-7
Steel50
Aluminium210

7. Resistance to temperature
komposit carbon fiber epoxy mampu bertahan dari panas dari 70C - 100C. Namun jika dibutuhkan untuk suhu lebih dari 100C maka carbon fiber disesuaikan dengan pengerasan pada suhu 150C yang memungkinkan kenaikan ketahanan pada suhu 200C. Metode pembuatan carbon disesuaikan dengan suhu 


8. Long term performance


Untuk penggunaaan konstruksi, carbon fiber dibuat dengan metode vacum (resin infusion) yang memastikan umur pemakaian menjadi panjang. Carbon fiber memiliki ketahanan terhadap korosi namun kurang tahan terhadap sinar radiasi UV, biasanya untuk melindungi dari sinar UV maka dilapisi dengan top coat 
9. Production implementation
Dari semua hal tersebut carbon fiber ternyata tidak dipakai secara luas seperti aluminium, jawabannya adalah harga yang mahal daripada aluminium 


MAXI Scooter Yamaha XMAX 250

Pecinta Scooter kembali dibuat panas karena kemunculan sosok Scooter tambun XMAX 250 yang berseliweran saat test ride, dan pada akhirnya benar benar menunjukkan jati dirinya diajang IMoS 2016.


sekilas info spesifikasinya:

General information
Model:Yamaha X-MAX 250
Year:2016
Category:Scooter


Engine and transmission
Displacement:249.78 ccm (15.24 cubic inches)
Engine type:Single cylinder, four-stroke
Power:20.12 HP (14.7 kW)) @ 7500 RPM
Torque:21.00 Nm (2.1 kgf-m or 15.5 ft.lbs) @ 6000 RPM
Compression:10.0:1
Bore x stroke:69.0 x 66.8 mm (2.7 x 2.6 inches)
Fuel system:Injection
Fuel control:Single Overhead Cams (SOHC)
Ignition:TCI
Lubrication system:Wet sump
Cooling system:Liquid
Gearbox:Automatic
Transmission type,
final drive:
Belt
Driveline:V-Belt Automatic
Chassis, suspension, brakes and wheels
Front suspension:Telescopic fork
Front wheel travel:110 mm (4.3 inches)
Rear suspension:Unit swing
Rear wheel travel:84 mm (3.3 inches)
Front tyre:120/70-15
Rear tyre:140/70-14
Front brakes:Single disc. Optional ABS
Front brakes diameter:267 mm (10.5 inches)
Rear brakes:Single disc. Optional ABS
Rear brakes diameter:240 mm (9.4 inches)
Wheels:Cast aluminium wheels
Physical measures and capacities
Weight incl. oil, gas, etc:178.0 kg (392.4 pounds)
Seat height:785 mm (30.9 inches) If adjustable, lowest setting.
Overall height:1,337 mm (52.6 inches)
Overall length:2,160 mm (85.0 inches)
Overall width:790 mm (31.1 inches)
Ground clearance:125 mm (4.9 inches)
Wheelbase:1,545 mm (60.8 inches)
Fuel capacity:13.20 litres (3.49 gallons)
Oil capacity:1.30 litres (0.09 quarts)
Other specifications
Color options:Black, white, grey
Starter:Electric
Carrying capacity:Underseat storage for two full face helmets, glove compartment.
Comments:Windscreen. ABS bakes adds 4 kg.




Bagaimana dengan harganya? masih belum diketahui dikisaran harga berapa karena XMAX akan dipasarkan tahun depan... Rela menunggu?

Yamaha AEROX 155

Yamaha Aerox akhirnya resmi mengaspal diIndonesia pada Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2016 di Jakarta Convention Center (JCC).



Yamaha Aerox hadir dengan mesin 155cc yang dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) dan Blue Core. Fitur Stop & Start System (SSS) disematkan yang berguna untuk mengurangi konsumsi bahan bakar saat motor sedang dalam keadaaan berhenti. Fitur lainnya yang dihadirkan adalah Smart Motor Generator (SMG) dan Smart Key System. 


RANGKA

Tipe rangka: Underbone
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Unit Swing 
Tipe ban: Tubeless
Ban depan: 110/80-14M/C 53P
Ban belakang: 140/70-14M/C 62P
Rem depan: Disc brake
Rem belakang: Drum brake



MESIN

Tipe mesin: Liquid cooled 4-stroke, SOHC
Susunan silinder: Single cylinder
Diameter X Langkah: 58 x 58,7 mm
Perbandingan kompresi: 10,5 ± 0,4 : 1
Volume silinder: 155.1 cc
Daya maksimum: 11.0 kW / 8000 rpm
Torsi maksimum: 13.8 Nm / 6250 rpm
Sistem starter: Electric starter
Sistem pelumasan: Wet sump
Kapasitas oli mesin: Total = 1,00 L ; Berkala = 0,90 L
Sistem bahan bakar: Fuel Injection
Tipe kopling: Dry, Centrifugal Automatic
Tipe transmisi: V-belt automatic



DIMENSI

P X L X T: 1990mm X 700mm X 1125mm
Jarak sumbu roda: 1350mm
Jarak terendah ke tanah: 142mm
Tinggi tempat duduk: 790mm
Berat isi: 116 kg (AEROX 155VVA – S Version) / 117 kg (AEROX 155VVA – R Version) / 118 kg (AEROX 155VVA)
Kapasitas tangka bensin: 4,6 L



KELISTRIKAN

Sistem pengapian: TCI
Tipe battery: YTZ7V
Tipe busi: NGK/CPR8EA9

Kamis, 27 Oktober 2016

Kawasaki Versys 250, motor adventure yang dinanti

Kabar berhembus kencang tentang akan adanya sosok baru dalam keluarga Kawasaki, tidak lain adalah Kawasaki Versys 250, motor adventure yang ditunggu bikers tanah air.

Akankah Kawasaki menjadi first mover lagi kali ini?

Melihat potensi mesin yang ada dan bisa dipakai kemungkinan  mesin ninja 250 inline yang ditune kembali menyesuaikan karakter motor adventure
Motor adventure 2 silinder inline, upside down, underbelly exhaust, tubular frame dan menganut sistem suspensi belakang single offset laydown seperti kakak mereka?? 

Pastinya akan menjadi pasar potensial dan belum tersentuh mengingat banyak sekali bikers yang merubah tunggangannya menjadi motor adventure...