Selasa, 10 Juli 2012

Head To Head Honda NSF Vs KTM moto3 250 GPR

well... brojolnya KTM moto3 250 GPR seperti melanjutkan pertarungan sengit antara Honda dan KTM sampai luar lintasan balap, knapa tidak? apalagi klo bukan Produk KTM dan Honda sama sama digunakan pada balap moto3 250cc dan akhirnya juga beranjut pada pemasaran produknya secara terbuka...
jadi ingat beberapa produk yang memang sudah memiliki beberapa komponen balap maupun memeang dikembangkan dari dunia balap,.. tentunya masih ingat dengan Desmosedici RR yang merupakan pengembangan dari GP6
hmmm... kalo saya sih mending beli yang genap 1 liter ato mungkin lebih,.. atau mungkin juga beli motor eksotis, tapi ya memang sih perlu diakui bahwa sebuah motor spek khusus dibutuhkan untuk mengisi sebuah regulasi tentunya... so? pintar2 pabrikan dalam mengembangkan motor deh dengan berbagai macam riset....

Kita cek dulu seberapa tangguh sih produk masing masing pabrikan ini


KTM Moto3 250 GPR


Tidak mau ketinggalan dari pabrikan lain yang menjual motor motor spek balap secara massal KTM memperkenalkan jagoan 1/4 liternya... KTM moto3 250 GPR...  pejuang 1/4 liter satu ini dibandrol sekitar US$55,400 (mending beli motor yang genap 1 liter brooo.. hahaha).. biar cuma 1/4 liter jangan main main sama pejuang yang satu ini.




2013 KTM Moto3 250 GPR Production Race Bike Technical Specs:
Engine: Single cylinder, liquid cooled / 4-stroke / DOHC
Displacement / Bore x Stroke: 249.5 ccm / 81 x 48.5 mm
Performance: min. 37 kW at 13.000 rpm
Engine speed: max. 13,500 rpm
Front Suspension: WP / DM 45 mm, RCMA3548
Rear Suspension: WP / adjust. length, hydraulic preload
Brakes front/rear: Brembo Radial caliper, 290 / 190 mm single disc
Rims front/rear: OZ Forged Aluminum 2.5 x 17 / 3.5 x 17
Tires front/rear: Dunlop 95/70-17 / 115/70-17
Silencer: Akrapovic Full Titanium System (max. 108 dB)
Frame: Tubular steel with adjust. headstock and swing arm pivot
Dry weight/tank capacity: approx. 83 kg / approx. 11 liters




HONDA NSF 250 R


salah satu pejuang Honda diajang moto3.. pejuang 1/4 liter ini dibandrol sekitar USD 28.599, lebih mahal dibandingkan pejuang 1 liter Superbike dari pabrikan yg sama.. OMG..
Pokoknya beli dan tinggal gaspolll



Engine type: 1 cylinders, 4-stroke, Single
Displacement: 249 cc (15.21 cubic inches)
Bore × stroke: 78 mm × 52.2 mm (oversquare – shortstroke)
Cooling system: Water cooled
Power: 48.27 HP (35.5 kW) @ 13000 rpm
Torque: 28 Nm (2.86 kg-m) @ 10500 rpm
Throttle: Ride by wire
Valves
Valve train: SOHC, non-variable
Valves per cylinder: 4
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Fuel supply system: Fuel injection
Ignition type: TCI (Transistor Controlled Ignition)
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Dry sump
Gear box: Manual 6-speed
Clutch: Wet, multiple discs, hydraulic operated
Final drive: Chain
Starter: Electric

Dimensions
Physical measures
Length: 1809 mm
Width: 560 mm
Height: 1037 mm
Wheel base: 1219 mm
Ground clearance: 107 mm
Seat height: 729 mm
Weight
Dry weight: 84 kg
Chassis and suspension
Frame type: aluminium, twin spar
Front
Suspension: Cartridge – upside-down
Brake: Single Disk, Ø296 mm
Tire: 90 / R17
Rear
Brake: Disk, Ø186 mm
Tire: 120 / R17
Other
ABS available: No
Fuel capacity: 11 l
Number of riders: 1 person

KTM Moto3 250 GPR

wow.... asik2 ngobrol dengan teman teman egh nyerempet pabrikan KTM yg mau ngeluarin motor terbarunyayang bakal brojol tahun 2013, dan gak main main ini motor spek balap yang dijual secara umum, apalagi kalo bukan motor 250cc GP3... wedann saingan tuh sama Honda NSF yang duluan menjual motor balapnya secara umum dan global.. wah2 makin sengit ini, trus siapa lagi kira kira yang mau main disegmen ini?? kita tunggu aja....


Ngomongin harga gak main main ini, harganya sekitar angka 35.000 pounds atau sekitar Rp 511,7 jutaan. Motor tersebut disokong oleh mesin 249,5 cc yang memiliki tenaga hingga 37 kW di 13.000 rpm yang dikataka KTM masih mampu ditingkatkan kemampuannya (luar biasa untuk ukuran 250 cc, dasyatt).






2013 KTM Moto3 250 GPR Production Race Bike Technical Specs:
Engine: Single cylinder, liquid cooled / 4-stroke / DOHC
Displacement / Bore x Stroke: 249.5 ccm / 81 x 48.5 mm
Performance: min. 37 kW at 13.000 rpm
Engine speed: max. 13,500 rpm
Front Suspension: WP / DM 45 mm, RCMA3548
Rear Suspension: WP / adjust. length, hydraulic preload
Brakes front/rear: Brembo Radial caliper, 290 / 190 mm single disc
Rims front/rear: OZ Forged Aluminum 2.5 x 17 / 3.5 x 17
Tires front/rear: Dunlop 95/70-17 / 115/70-17
Silencer: Akrapovic Full Titanium System (max. 108 dB)
Frame: Tubular steel with adjust. headstock and swing arm pivot
Dry weight/tank capacity: approx. 83 kg / approx. 11 liters




Minggu, 08 Juli 2012

Automotive Aerodynamic 5 (Early Historical)

Pada tahun 1921 sampai tahun 1938 Klemperer melakukan wind tunnel test terhadap berbagai macam ide Jaray di Aerodynamische Versuchs-Anstalt (AVA) Gӧttingen di bawah supervisi dari Ludwig Prandtl.

Bentuk body yang dikembangkan terdiri dari profil horisontal primer dan horisontal sekunder yang diletakkan diatas profil horisontal utama 

Dengan bentuk yang lebih blunt, rasio l/h sekitar 3 dan bentuk lange ini masih bisa mencapai Cd sekitar 0.15 sebagaimana Cd dari Half-body shapes. Perlu diketahui ini adalah pengembangan body awal alias nenek moyang dari Porsche 911


Pada ide Jaray, rasio l/h yang relatif besar dihindari, Rasio l/h yang terlalu besar meningkatkan drag pada body belakang body mobil sehingga menjadi step sloping.

The Chrysler Airflow dengan Cd 0,4-0,5



Pada saat yang sama ide Jaray juga berkembang diNegara Prancis yang dipelopori oleh Maubossin




Sabtu, 07 Juli 2012

Automotive Aerodynamic 4 (Early Historical)

Pada Tahun 1920-1970 seorang peneliti dari jerman yaitu P Jaray Riedler melakukan penelitian mengenai 3D-flow melintasi bluff body didekat permukaan (ground), sejak saat itu istilah streamlined car digunakan untuk pertama kalinya dan juga ide dari Jaray tersebut diterima secara luas diseluruh dunia


Kemudian penemuan Jaray lainnya pada tahun 1922 adalah
  • Aliran melintasi bluff body of revolution memiliki drag yang sangat rendah
  • Dengan adanya ground, aliran menjadi tidak simetri lagi dalam arah aksial
  • Ketidak-simetrisan ini meningkatkan drag
  • Drag meningkat dikarenakan adanya separasi aliran yang terjadi pada rear upper side sebagai akibat adanya ground
  • Semakin kecil clereance / jarak antara ground dengan surface dari bluff body, bentuk optimum dari bluff body adalah half body
  • rasio l/h = 4

Atas permintaan jaray Klemperer melakukan test wind tunnel dan menemukan bahwa drag dari the half body meningkat dengan meningkatnya ground clereance (adanya air flow disekitar sharp lower edge). Hal ini bisa diatasi dengan rounding off sisi bawah (the lower edges)



"Drag yang rendah hanya bisa dicapai ketika separasi pada bagian rear ditiadakan. Cara meniadakan separasi pada bagian rear adalah dengan membuat very long sleder tail"

Contoh adalah mobil sport Adler Trumpf (diinspirasi oleh ide Jaray), dibuat pada tahun 1934. Slender shape dengan rasio l/h = 3,3, Sloping rear end untuk meminimalkan separasi pada bagian aliran dibawah rear sehingga drag berkurang, mobil ini sangat populer sampai PD 2 karena maraknya pembangunan High speed Highway.

 Mobil Tatra 87 juga terinspirasi oleh ide Jaray, dibuat oleh H lEdwinka 1937 menggunakan mesin rear end. Kurang Slender dibandingkan dgn Adler, rasio l/h = 2,3. Pada saat test wind tunnel di VW oleh buchheim 1979 mencatatkan Cd = 0,36, lebih tinggi dari Cd mobil milik adler




Automotive Aerodynamic 3 (Early Historical)

pengembangan aerodinamika terus berkembang... pada tahun 1920 sampai 1970 muncul bentuk bentuk streamlined.

Perlu diketahui bahwa pelopor pada tahun 1920-1970 adalah A.Riedler berkebangsaan Jerman (jerman memang top abis). Pada Tahun sekitar 1911 beliau melakukan analisa mengenai tractive resistance dari road vehicles. Kemudian juga Prandtl (jerman) dan Eiffel menyingkapkan aerodynamic drag nature sehingga ilmu ini semakin digunakan dan dikembangkan.

setelah PD 1 desain kendaraan baru mulai didesain dengan bentuk streamlined Contohnya adalah Rumpler Car yang dikembangkan dan dipelopori oleh E Rumpler (jerman lagiii.. eaaa) seorang aircraft engineer


mobil rumpler ini menggunakan rear engine dan lagi lagi roda belum terintegrasi dengan body sehingga drag meningkat, jika dilihat pada bagian atap mobil berbentuk aerofoil dan merupakan well streamlined

Menurut penemuan Klempere (eaa jerman lg), kenaikan drag disebabkan oleh roda yang belum terintegrasi dengan body, sehingga kenaikan drag paling tidak 50% dan pada tahun 1979 Buchiem mengukur Cd mobil ini di Wind Tunnel dan menemukan bahwa Cd = 0,28 dan A = 2,57 m2

pada Tahun 1923 bugatti mengeluarkan sebuah mobil yang digunakan di Strassburg Grand Prix, roda sudah terintegrasi dengan body namun aliran yang melintasi bagian tail masih sangat terganggu oleh driver